Tuesday 20 June 2017

Kekuatan Adzan

Waktu bergerak dan terus berputar. Malam berganti dan siang kembali menjelang. Begitu seterusnya, hingga fase alam dunia ini berakhir. Tentu, tidak ada yang bisa menahan gerak sunatulah-Nya ini. "Sungguh dalam peciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berilmu." (QS Ali Imran [3]:190).
Tiap kali terjadi pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya, maka bagi mereka yang beriman kepada Allah, pasti akan menyambutnya dengan panggilan shalat. Saat peralihan dari malam ke siang bukankah kita disambut dengan shalat subuh. Saat peralihan dari siang ke malam kita disambut dengan shalat zhuhur, ashar, maghrib, dan isya. Bahkan, pada tengah malam saat penghuni bumi terlelap dalam tidurnya, mereka para perindu-Nya berdiri menegakkan shalat, ruku', dan sujud kehadirat Allah Rabbul 'Izzah.


Orang yang beriman pasti merindukan suara adzan yang bersahutan dari berbagai masjid dan mushala. Karena, tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi ruang semesta di negeri ini selain adzan. Selama 24 jam, adzan akan terus berkumandang bahkan menjelajah ke seluruh seantero bumi ini. Dari Papua hingga Aceh, terus berlanjut hingga berbagai negara dan benua. Belum selesai kumadang adzan zhuhur di Amerika, adzan subuh sudah kembali menyapa papua. Tanpa kita sadari, para muazin di seluruh pejuru dunia ini, tak henti-hentinya bersahutan mengumandangkan adzan.
Suara adzan Zhuhur seolah meredam teriknya sinar sang surya. Suara adzan ashar bercampur dengan sinar mentari yang menghangat dan tiupan angin yang sepoi. Suara adzan maghrib yang lantang, mengajak melepas penatnya hari. Suara adzan isya, membawa kehangatan ketika malam mulai beranjak dingin. Sementara suara adzan subuh memecah keheningan dan membangunkan kesadaran.
Semua panggilan adzan ini bertujuan mengingatkan penghuni bumi yang beriman kepada Allah untuk tegak dengan shalatnya. Mengingat Allah sebayak-banyaknya dan mengajak manusia untuk tidak terlelap dan lupa pada kesibukan dan keasyikan dunia. Menyeru manusia untuk tidak tersesat dalam kegelapan dunia dan kepengepan akhirat.
Perhatikanlah lafaz-lafaz adzan yang sering kita kumandangkan itu. Betapa tingginya kekuatan adzan dan betapa indah kata-katanya. Kata-kata itu dengan seluruh kekuatannya terus-menerus mengingatkan kita akan palsunya segala klaim keduniawian. Di bumi dan di langit hanya ada satu Tuhan yang pantas disembah dan diikuti ajaran-Nya.
Ketahuilah, adzan bukan semata panggilan muazin, tetapi panggilan Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Coba simak ulang lafaz adzan. Ternyata yang dipanggil "Hayya 'alash shalah" adalah yang bersyahadat. Artinya, mereka yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada ajaran yang dapat membahagiakan kecuali ajaran yang dibawa utusan-Nya, Nabi Muhammad Saw. Mereka yang tidak bersyahadat tidak dipanggil.
Sementara panggilan itu dalam rangka "al-falaah", meraih kesuksesan dunia akhirat. Inilah yang membuat orang-orang beriman selalu bahagia mendengar dan memenuhi panggilan setiap kumandang adzan.
Wallahualam bishawab

Sumber: Buku Indahnya Kematian, Ustadz Muhammad Arifin Ilham